Pencarian

Saturday, March 30, 2013

Mengobati Flu Secara Tradisional

Akhir-akhir ini perubahan cuaca yang tidak menentu kerap terjadi di beberapa daerah di Indonesia. Pagi yang cerah dengan terik matahari yang hangat beberapa jam kemudian mendadak berubah menjadi mendung tebal dan hujan yang deras.

Menghadapi perubahan cuaca seperti ini, tentu saja Anda wajib meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari serangan penyakit khas musim pancaroba, yaitu flu dan diare. Apa yang Anda konsumsi turut menentukan seberapa kuat tubuh Anda dalam menghadapi perubahan cuaca. Suplementasi vitamin C adalah nutrisi yang paling populer untuk melindungi tubuh dari serangan berbagai penyakit di musim pancaroba. Namun, bukan hanya suplementasi vitamin C saja yang bisa Anda konsumsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. 5 makanan yang kerap berada di meja dapur Anda ini juga bisa menjadi solusi tepat untuk melindungi Anda dari serangan penyakit di musim pancaroba.

Bawang

Bawang dan familinya, seperti bawang bombay, bawang merah dan bawang putih mengandung zat bernama phytochemical allium dan allicin yang bermanfaat bagi sistem imunitas tubuh. Mengonsumsi satu siung bawang dalam sehari dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, seperti yang disampaikan tim peneliti dari University of Virginia. Keluarga bawang memiliki efek anti bakteri dan virus, dan berperan dalam mempertahankan kadar kolesterol sehat (HDL). Selain itu, bawang putih juga dapat berfungsi sebagai dekongestan atau pelega hidung mampet akibat serangan flu serta mengandung antioksidan yang dapat mencegah infeksi radikal bebas.

Lobak

Aroma lobak memang kurang “bersahabat” bagi hidung Anda. Tetapi, kandungan nutrisi dan manfaatnya bagi kesehatan mengalahkan aromanya. Kandungan betakarotennya bermanfaat meningkatkan metabolisme dan menjaga kesehatan mata. Lobak juga diperkaya dengan vitamin C, asam folat, potasium, vitamain B-6, riboflavin, magnesium, dan kalsium. Berbagai nutrisi penting inilah yang menjadikan lobak sebagai makanan sehat untuk mencegah flu, batuk, hingga kanker. Potasium juga berfungsi untuk mencegah proses dehidrasi yang merupakan celah menurunnya daya tahan tubuh dan fungsi keseluruhan tubuh dalam melawan penyakit.

Cabe

Bukan hanya sensasi pedasnya yang membuat banyak orang ketagihan. Akan tetapi, cabe juga sarat dengan nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan. Menurut penelitian yang dilakukan di University of Chicago, kandungan vitamin C dan betakaroten pada cabe diklaim lebih tinggi dari buah-buahan populer seperti mangga dan pepaya. Cabe juga mengandung zat aktif bioflavonoid yang berperan besar dalam menjaga kesehatan jantung dan sebagai agen anti-kanker. Sensasi pedas yang muncul pada saat mengonsumsi cabe berasal dari zat kapsaisin, yang memiliki kemampuan menghalangi aktivitas otak ketika menerima sinyal rasa sakit dari pusat saraf. Selain itu, kapsaisin juga memiliki kemampuan untuk meluruhkan lendir yang menyumbat ditenggorokan dan hidung.

Jahe

Jahe mengandung banyak senyawa fenolik seperti gingerol dan shogaol yang merupakan antioksidan dengan aktivitas tinggi untuk membentengi tubuh dari radikal bebas penyebab penyakit. Itulah sebabnya mengonsumsi minuman jahe saat perubahan cuaca terjadi sangat dianjurkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Khususnya untuk menangkal gejala masuk angin, meringankan batuk, dan flu yang disertai demam.

Brokoli

Diperkaya dengan kandungan zat phytochemical indoles, sebuah komponen natural yang bekerja sama dengan vitamin, mineral, dan serat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. brokoli juga mengandung sulforaphane yang dapat meningkatkan produksi enzim di dalam tubuh untuk melawan pertumbuhan sel kanker. (dan)